Translate

Minggu, 13 April 2014

sistem pendukung keputusan

mesran punya blog
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur [10].
Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan beberapa difinisi mengenai SPK yang dikembangkan oleh beberapa ahli, diantaranya oleh Man dan Watson yang memberikan definisi sebagai berikut, SPK merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur. [10]
Karakteristik dan Nilai Guna
Karakteristik sistem pendukung keputusan adalah [10]:
  1. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.
  2. Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan mengkombinasikan penggunaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari / interogasi informasi.
  3. Sistem Pendukung Keputusan, dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan dengan mudah.
  4. Sistem Pendukung Keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi.
Dengan berbagai karakter khusus diatas, SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah [10]:
  1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
  2. SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
  3. SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
  4. Walaupun suatu SPK, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Di samping berbagai keuntungan dan manfaat seperti dikemukakan diatas, SPK juga memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya adalah [10] :
  1. Ada beberapa kemampuan manajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.
  2. Kemampuan suatu SPK terbatas pada perbendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (pengetahuan dasar serta model dasar).
  3. Proses-proses yang dapat dilakukan SPK biasanya juga tergantung pada perangkat lunak yang digunakan.
  4. SPK tidak memiliki kemampuan intuisi seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini dirancang hanyalah untuk membantu pengambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya.
Jadi secara dapat dikatakan bahwa SPK dapat memberikan manfaat bagi pengambil keputusan dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja terutama dalam proses pengambilan keputusan.
Komponen Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan terdiri atas tiga komponen utama yaitu [10]:
  1. Subsistem pengelolaan data (database).
  2. Subsistem pengelolaan model (modelbase).
  3. Subsistem pengelolaan dialog (userinterface).
Hubungan antara ketiga komponen ini dapat dilihat pada gambar dibawah.
Gambar : Hubungan antara tiga komponen sistem pendukung keputusan
Sub sistem pengelolaan data (database)
Sub sistem pengelolaan data (database) merupakan komponen SPK yang berguna sebagai penyedia data bagi sistem. Data tersebut disimpan dan diorganisasikan dalam sebuah basis data yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen basis data (Database Management System).
Sub sistem pengelolaan model (model base)
Keunikan dari SPK adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data dengan model-model keputusan. Model adalah suatu tiruan dari alam nyata. Kendala yang sering dihadapi dalam merancang suatu model adalah bahwa model yang dirancang tidak mampu mencerminkan seluruh variabel alam nyata, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kebutuhan oleh karena itu, dalam menyimpan berbagai model harus diperhatikan dan harus dijaga fleksibilitasnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pada setiap model yang disimpan hendaknya ditambahkan rincian keterangan dan penjelasan yang komprehensif mengenai model yang dibuat.
Subsistem pengelolaan dialog (user interface)
Keunikan lainnya dari SPK adalah adanya fasilitas yang mampu mengintegrasikan sistem yang terpasang dengan pengguna secara interaktif, yang dikenal dengan subsistem dialog. Melalui subsistem dialog, sistem diimplementasikan sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem yang dibuat.

Senin, 03 Juni 2013

Membuat Jaringan Peer to Peer Menggunakan Wifi Internal Laptop (WiFi Ad hoc)


                 Author: fery rosyadi · Published: September 14, 2012 · Category: Jaringan Komputer
Jaringan WiFi Ad hoc  adalah mode jaringan WiFi yang memungkinkan dua atau lebih device (komputer atau router) untuk saling berkomunikasi satu sama lain secara langsung (dikenal dengan istilah peer to peer) tanpa melalui Central Wireless Router atau Acces Point (AP). Sedangkan jaringan WiFi yang menggunakan sebuah Acces Point Router untuk menghubungkan antara semua client dengan sumberdaya jaringan lainnya disebut jaringan WiFi mode  Infrastructure.
Oke, kembali ke topik, langkah pertama adalah anda harus menyiapkan sebuah laptop yang terdapat perangkat wireless. Rata-rata semua produk laptop/netbook keluaran pabrik saat ini sudah perangkat wirelessnya.
1.  Buka Control Panel-Network and Internet ->Network and Sharing Center

 
                          



2. Muncul jendela seperti dibawah ini, pilih Set up a wireless ad hoc (computer to computer)


                             
ingin mengetahui lebih dalam buka ja linky ilmu komputer.com
saling berbagi dengan ai sayang.

Minggu, 02 Juni 2013

Soal Quiz nomor 2



Jawaban Nomor 2.

Public Class Form1
    Private Sub Btnproses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnproses.Click
        If jumlahlembar.Text >= 200 Then
            hargaperlembar.Text = 90
        Else
            hargaperlembar.Text = 100
        End If
        totalharga.Text = hargaperlembar.Text * jumlahlembar.Text

        If totalharga.Text >= 500000 Then
            Discount.Text = 0.15 * 500000
        Else
            Discount.Text = 0
        End If
        pembayaran.Text = totalharga.Text - Discount.Text
    End Sub

    Private Sub BtnHapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnHapus.Click
        jumlahlembar.Text = ""
        Discount.Text = ""
        pembayaran.Text = ""
        hargaperlembar.Text = ""
        totalharga.Text = ""
    End Sub
End Class

Yuk! Belajar Pemrograman Visual Basic dot Net Di Mesran.Net

quiz online

Soal Quiz Nomor 1. Soal Nomor 1

Jawaban

Public Class Form1
Sub BuatTabel()
LV.Columns.Add(“No Pembelian”, 90, HorizontalAlignment.Center)
LV.Columns.Add(“Kode Barang”, 100, HorizontalAlignment.Center)
LV.Columns.Add(“Nama Barang”, 100, HorizontalAlignment.Center)
LV.Columns.Add(“Merk”, 72, HorizontalAlignment.Center)
LV.Columns.Add(“Harga”, 70, HorizontalAlignment.Center)
LV.Columns.Add(“Jumlah Beli”, 70, HorizontalAlignment.Center)
LV.Columns.Add(“TotalHarga”, 90, HorizontalAlignment.Center)
LV.View = View.Details
LV.GridLines = True
LV.FullRowSelect = True
End Sub
Sub IsiTable()
Dim Lst As New ListViewItem
Lst.Text = no.Text
Lst.SubItems.Add(kode.Text)
Lst.SubItems.Add(nama.Text)
Lst.SubItems.Add(merk.Text)
Lst.SubItems.Add(harga.Text)
Lst.SubItems.Add(jmlh.Text)
Lst.SubItems.Add(total.Text)
LV.Items.Add(Lst)
End Sub
Private Sub ComboBox1_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles kode.SelectedIndexChanged
Dim x As String
x = Microsoft.VisualBasic.Left(kode.Text, 2)
If x = “TS” Then
merk.Text = “Thosiba”
ElseIf x = “VG” Then
merk.Text = “V-Gen”
End If
x = Microsoft.VisualBasic.Right(kode.Text, 3)
If x = “001″ Then
nama.Text = “Flashdisk 4GB”
ElseIf x = “002″ Then
nama.Text = “Flashdisk 2GB”
End If
If kode.Text = “TS001″ Then
harga.Text = “105000″
ElseIf kode.Text = “TS002″ Then
harga.Text = “75000″
ElseIf kode.Text = “VG001″ Then
harga.Text = “90000″
ElseIf kode.Text = “VG002″ Then
harga.Text = “60000″
End If
End Sub
Private Sub Form1_Load(ByVal sender As Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Me.Load
BuatTabel()
kode.Items.Add(“TS001″)
kode.Items.Add(“TS002″)
kode.Items.Add(“VG001″)
kode.Items.Add(“VG002″)
End Sub
Private Sub keluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles keluar.Click
End
End Sub
Private Sub reset_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles reset.Click
no.Text = ""
kode.Text = ""
nama.Text = ""
merk.Text = ""
harga.Text = ""
jmlh.Text = ""
total.Text = ""
End Sub
Private Sub simpan_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles simpan.Click
IsiTable()
no.Text = ""
kode.Text = ""
nama.Text = ""
merk.Text = ""
harga.Text = ""
jmlh.Text = ""
total.Text = ""
End Sub
Private Sub semua_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles semua.Click
LV.Items.Clear()
End Sub
Private Sub pilih_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles pilih.Click
LV.Items.Remove(LV.SelectedItems(0))
End Sub
Private Sub jmlh_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles jmlh.KeyPress
Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
If tombol = 13 Then
total_TextChanged(sender, e)
total.Text = jmlh.Text * harga.Text
End If
End Sub
Private Sub total_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles total.TextChanged
End Sub
End Class

Soal Quiz No 1

Jumat, 24 Mei 2013

Cara Membuat Kabel LAN (STRAIGHT dan CROSS)

             Pertama siapkan dulu perangkat-perangkat yang diperlukan :
  • Kabel UTP tidak melewati panjang 100 meter 

kabel UTP

  •  Jack RJ-45
RJ-45
  •  Crimping Tool / Tang Klem
crimping tool / tang klem

 

Apabila semua peralatan diatas yang kita butuhkan telah tersedia maka kita sudah bisa memulai untuk MEMBUAT KABEL LAN.
kabel lan atau kabel jaringan ini mempunyai 2tipe yaitu :

1. KABEL LAN STRAIGHT
Kabel LAN Straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight biasa digunakan untuk menghubungkan 2 jenis device yang berbeda.
Cara membuat nya :
  • Kupas kulit luar kabel UTP sekitar 2cm hingga terlihat kabel di dalam seperti pada gambar kabel UTP di atas.
  • Pisahkan kabel-kabel di dalam dan luruskan. Susun dan rapikan berdasarkan warna Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, dan Coklat. Lalu potong ujung nya sehingga rata satu sama lain.
  • Masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam pin Jack RJ-45 sesuai urutan berikut :
 
urutan lan straight
2. KABEL LAN CROSS
Kabel LAN Cross merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang miliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung yang satu nya lagi.

Kabel cross biasa digunakan untuk menghubungkan 2 jenis device yang sama secara langsung. seperti menghubungan komputer pertama dengan komputer 2 secara langsung tanpa menggunakan perantara lain.

Cara membuatnya :
  • Lakukan sama persis dengan cara kabel LAN straight untuk ujung yang pertama.
  • Untuk ujung yang satunya lagi ubah susunan kabel di dalam RJ-45 menjadi : Putih Hijau, Hijau, Putih Orange, Biru, Putih Biru, Orange, Putih Coklat, Coklat
  • Setelah selesai di klem dengan tang klem, maka kabel telah siap digunakan.
Berikut gambar hasil akhir ujung-ujung kabel cross:
 
urutan lan cross 
 
 
 
 
 
 
 
       Demikianlah hasil dari orang saya dapat, muda-mudahan kita bisa mencobanya termasuk dengan saya sendriri. 

Pengertian dn Prinsip kerja LAN



           LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama.
LAN yang umumnya menggunakan hub, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuantentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.
Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai
berikut:
•Workstation

Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer.
Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer
yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe.
Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan
jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.
•Server

Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan
workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber
daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak
digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan
bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server,
file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa
fungsi pelayanan sekaligus.
•Link (hubungan)

Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut
secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai
media transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari
link adalah:

1.Kabel Twisted Pair

•Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted
Pair(UTP)
•Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
•Relatif murah
•Jarak yang pendek
•Mudah terpengaruh oleh gangguan
•Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps

2.Kabel Coaxial
 •Umumnya digunakan pada televisi
•Jarak yang relatif lebih jauh
•Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair, 30 Mbps
•Harga yang relatif tidak mahal
•Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair

3.Kabel Fiber Optic
•Jarak yang jauh
•Kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps
•Ukuran yang relatif kecil
•Sulit dipengaruhi gangguan
•Harga yang relatif masih mahal
•Instalasi yang relatif sulit
•Network Interface Card (NIC)

Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan
ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang
dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan
Network Interface Card (NIC).
•Network Software

Tanpa adanya software jaringan maka jaringan tersebut tidak akan bekerja
sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem
komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain.
Peralatan Pendukung LAN

a.Repeater
 •Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan dan memperkuat sinyal
•Banyak digunakan pada topologi Bus
•Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian
data secara broadcast
•Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk
maka port-port yang lain harus menunggu.

b.Hub
•Bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan sinyal
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
•Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
•Hanya memiliki satu buah domain collision

c.Bridge
•Bekerja di lapisan Data Link
•Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
•Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing2 port

d.Switch
•Bekerja di lapisan Data Link
•Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
•Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk
semua port
•Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)

e.Router
•Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data
•Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data
•Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WAN